Seiring berkembangnya teknologi cloud, microservices, dan sistem observability modern, perusahaan kini harus mengelola data monitoring dalam jumlah yang sangat besar. Di sisi lain, tim platform engineering perlu memastikan semua data yang masuk tetap aman, sesuai aturan, dan mudah dikelola.
Masalahnya, setiap tim aplikasi biasanya memiliki kebutuhan pipeline yang berbeda-beda. Ada tim yang ingin membuat parsing log khusus, ada yang ingin menambahkan filter tertentu, dan ada juga yang membutuhkan aturan compliance tambahan.
Di sinilah fitur Pipeline Groups dari Dynatrace hadir sebagai solusi untuk membantu perusahaan mengatur pipeline observability dengan lebih rapi, fleksibel, dan terstandarisasi.
Apa Itu Pipeline Groups?
Pipeline Groups adalah fitur di Dynatrace OpenPipeline yang membantu perusahaan mengelompokkan pipeline observability ke dalam struktur yang lebih terorganisir.
Fitur ini memungkinkan tim platform engineering membuat aturan global yang wajib diterapkan ke semua pipeline, sementara tim aplikasi tetap memiliki kebebasan untuk mengatur pipeline mereka sendiri.
Dengan kata lain:
-
Tim pusat mengatur standar keamanan dan compliance
-
Tim aplikasi tetap bisa melakukan konfigurasi sesuai kebutuhan mereka
Pendekatan ini membantu perusahaan menjaga keseimbangan antara kontrol dan fleksibilitas.
Masalah yang Sering Terjadi di Perusahaan Besar
Dalam perusahaan besar, biasanya ada banyak tim yang menggunakan pipeline observability masing-masing.
Setiap pipeline perlu memiliki aturan standar seperti:
-
Penambahan tag biaya (cost allocation)
-
Routing data ke storage tertentu
-
Penambahan security context
-
Pengaturan compliance
-
Enrichment data
Namun tanpa sistem yang baik, perusahaan biasanya terjebak pada dua pilihan yang sama-sama bermasalah:
1. Semua Dikontrol Tim Pusat
Dalam model ini, semua perubahan pipeline harus melalui tim platform engineering.
Akibatnya:
-
Proses menjadi lambat
-
Banyak tiket permintaan perubahan
-
Tim aplikasi harus menunggu lama
-
Inovasi terhambat
2. Semua Tim Mengatur Sendiri
Pilihan kedua adalah membiarkan semua tim membuat aturan masing-masing.
Masalahnya:
-
Konfigurasi menjadi tidak konsisten
-
Risiko compliance meningkat
-
Ada kemungkinan aturan keamanan terlewat
-
Data bisa tersimpan di lokasi yang salah
Semakin besar perusahaan, semakin sulit mengelola kondisi seperti ini.
Pipeline Groups Menjadi Solusi
Pipeline Groups membantu memisahkan:
-
Aturan yang wajib diterapkan
-
Pengaturan yang bebas diatur tiap tim
Semua dilakukan langsung di dalam platform, bukan hanya lewat dokumen prosedur yang sering diabaikan.
Fungsi Utama Pipeline Groups
Pipeline Groups memiliki beberapa kemampuan penting:
1. Mengelompokkan Pipeline
Pipeline dapat diorganisasi berdasarkan kebutuhan tertentu.
Misalnya:
-
Berdasarkan divisi bisnis
-
Berdasarkan aplikasi
-
Berdasarkan jenis data
-
Berdasarkan compliance
2. Menentukan Urutan Proses
Pipeline Groups memastikan alur pemrosesan data berjalan secara terstruktur dan konsisten.
Hal ini penting agar proses enrichment, tagging, atau routing berjalan dalam urutan yang benar.
3. Memastikan Aturan Global Tidak Bisa Dilewati
Tim platform engineering dapat membuat aturan wajib yang tidak bisa diubah oleh tim lain.
Contohnya:
-
Semua data wajib diberi tag biaya
-
Semua log sensitif harus diberi security context
-
Semua data Eropa harus masuk storage khusus EU
Dengan begitu, compliance tetap terjaga.
4. Memberikan Kebebasan ke Tim Aplikasi
Walaupun ada aturan global, tim aplikasi tetap bisa melakukan konfigurasi lokal.
Contohnya:
-
Parsing log khusus
-
Filter noise
-
Ekstraksi metrics
-
Pengolahan data spesifik aplikasi
Ini membuat pekerjaan tim aplikasi menjadi lebih cepat dan mandiri.
Contoh Penggunaan di Dunia Nyata
Bayangkan sebuah perusahaan besar memiliki banyak unit bisnis.
Tim platform engineering membuat Pipeline Group yang berisi aturan standar seperti:
-
Menambahkan metadata organisasi
-
Memberikan tag biaya
-
Menentukan lokasi penyimpanan data
-
Menambahkan security classification
Aturan ini otomatis berlaku ke semua pipeline.
Lalu setiap tim aplikasi memiliki pipeline sendiri untuk:
-
Parsing log aplikasi mereka
-
Membuat filtering khusus
-
Mengambil metrics tertentu
Karena semua aturan global sudah otomatis diterapkan, tim aplikasi tidak perlu lagi mengurus compliance dasar.
Keuntungan Besar untuk Perusahaan
1. Perubahan Menjadi Lebih Cepat
Misalnya ada aplikasi baru dengan format log berbeda.
Tanpa Pipeline Groups:
-
Tim aplikasi harus meminta bantuan tim pusat
-
Menunggu approval
-
Menunggu implementasi
Dengan Pipeline Groups:
-
Tim aplikasi cukup mengatur pipeline mereka sendiri
-
Aturan global tetap otomatis berjalan
Hasilnya:
-
Proses lebih cepat
-
Tidak perlu antre tiket
-
Observability bisa aktif dalam hitungan jam
2. Compliance Lebih Mudah
Jika ada aturan baru dari regulator, tim platform cukup mengubah konfigurasi di level group.
Semua pipeline langsung mengikuti aturan baru secara otomatis.
Ini sangat membantu untuk:
-
GDPR
-
Compliance regional
-
Kebijakan keamanan baru
-
Aturan retensi data
Mengurangi Bottleneck Tim Platform
Pipeline Groups membuat tim platform engineering tidak lagi menjadi “penjaga gerbang” untuk semua perubahan kecil.
Mereka bisa fokus pada:
-
Arsitektur
-
Governance
-
Strategi observability
-
Standarisasi keamanan
Sementara tim aplikasi bisa bekerja lebih mandiri.
Cocok untuk Lingkungan Modern
Saat ini perusahaan menghadapi perubahan yang sangat cepat:
-
Cloud terus berkembang
-
Microservices bertambah
-
AI dan telemetry semakin kompleks
-
Regulasi terus berubah
Model pengelolaan pipeline tradisional sudah tidak cukup fleksibel.
Pipeline Groups dirancang untuk menghadapi lingkungan modern yang dinamis seperti ini.
Tata Kelola yang Lebih Baik Tanpa Mengurangi Fleksibilitas
Salah satu keunggulan terbesar Pipeline Groups adalah perusahaan tidak perlu memilih antara:
-
Governance ketat
ATAU -
Fleksibilitas tim
Dynatrace berhasil menggabungkan keduanya dalam satu sistem.
Perusahaan bisa:
-
Menjaga standar global
-
Memastikan compliance
-
Memberikan kebebasan inovasi ke tim aplikasi
Kesimpulan
Fitur Pipeline Groups di Dynatrace membantu perusahaan mengelola observability pipeline dengan lebih modern, terstruktur, dan scalable.
Dengan fitur ini:
-
Tim platform dapat menjaga governance
-
Tim aplikasi tetap fleksibel
-
Compliance lebih mudah diterapkan
-
Perubahan dapat dilakukan lebih cepat
-
Risiko configuration drift berkurang
Di era cloud dan microservices yang terus berkembang, perusahaan membutuhkan sistem observability yang tidak hanya kuat, tetapi juga fleksibel dan mudah dikelola. Pipeline Groups menjadi salah satu solusi penting untuk mencapai tujuan tersebut.
dynatrace Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi dynatrace.
Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
